Archive for Pendidikan Kristen

KUASA DAN PROFESI KEGURUAN

oleh

(B.S.Sidjabat)

1- Pengantar.[1]

UU Guru dan Dosen (No 14 Tahun 2005) mengemukakan bahwa guru wajib memiliki kualifikasi akademik, kompetensi dan sertifikasi pendidik disamping sehat jasmani dan rohani. Empat kompetensi yang harus berkembang dalam diri guru ialah: 1) kompetensi pedagogik; 2) kompetensi kepribadian; 3) kompetensi sosial dan 4) kompetensi profesional (Bab IV, Pasal 10). Terkait dengan kompetensi kepribadian itu, Kunandar, dalam Guru Profesional (2007) mencatat sejumlah elemen yang perlu dimiliki dan dikembangkan oleh guru. Read the rest of this entry »

MANUSIA MENURUT ALKITAB

MANUSIA MENURUT ALKITAB

DAN APLIKASINYA BAGI PRINSIP BELAJAR

(B.S.Sidjabat)

1 – Pengantar

Banyak buku psikologi pendidikan dan psikologi belajar yang dapat menolong kita bagaimana memahami cara belajar manusia, serta aplikasinya bagi tugas pembelajaran. Akan tetapi pada umumnya teori itu muncul dari asumsi bahwa manusia pada dasarnya baik, juga merupakan buah evolusi. Dengan pendekatan behavioristik, teori belajar dirumuskan dari percobaan terhadap binatang (anjing, burung, dll). Dengan pendekatan kognitif, teori belajar dikembangkan dari pemahaman bahwa manusia memiliki pikiran (otak) yang mempengaruhi sikap dan perilakunya. Dengan pendekatan humanistik, teori belajar dikembangkan dari pengertain bahwa manusia mempunyai kebutuhan seperti fisiologis, rasa aman, dikahi dan mengasihi, rasa memiliki dan aktualisasi diri (Maslow). Read the rest of this entry »

TEORI BELAJAR AKTIF DALAM PEMBELAJARAN PAK

TEORI BELAJAR AKTIF DALAM PEMBELAJARAN PAK[1]

(Oleh: Dr. B.S.Sidjabat)

Pengantar

Pembelajaran dapat diartikan sebagai kegiatan dimana guru (pengajar) dan murid (pembelajar) berinteraksi, membicarakan suatu bahan atau melakukan suatu aktivitas, guna mencapai tujuan yang dikehendaki. Dr Oemar Hamalik mengartikan pembelajaran sebagai “suatu kombinasi yang tersusun, meliputi unsur-unsur manusiawi, material, fasilitas, perlengkapan, dan prosedur, yang saling mempengaruhi untuk mencapai tujuan pembelajaran”. Juga dikemukakan bahwa pembelajaran merupakan “upaya mengorganisasi lingkungan untuk menciptakan kondisi belajar bagi peserta didik”.[2] Read the rest of this entry »

PRINSIP PEDAGOGI DAN ANDRAGOGI

PRINSIP PEDAGOGI DAN ANDRAGOGI

DALAM PEMBELAJARAN[1]

(B.S.Sidjabat, Ed.D)

Pengantar

Mahasiswa yang belajar di perguruan tinggi pada jenjang program diploma atau sarjana umumnya berusia antara 18-24 tahun. Ahli psikologi perkembangan mengkategorikan kelompok usia ini sebagai dewasa awal (early adults). Gormly & Brodzinski menyatakan bahwa pada usia ini orang muda memasuki periode pengambilan keputusan, dapat dianggap sudah dewasa namun belum mengambil banyak peran orang dewasa. “Youth age is an ‘optional’ period of development in which an individual is legally an adult but has not yet undertaken adult work and roles,” demikian dituliskan (1993:396). Read the rest of this entry »

PENTINGNYA INOVASI DAN PENGEMBANGAN KURIKULUM

PENTINGNYA INOVASI DAN PENGEMBANGAN KURIKULUM

DALAM PENDIDIKAN TEOLOGI[1]

(Oleh: B.S.Sidjabat, Th.M., Ed.D)

I- Pengantar

Kalau kita berbicara mengenai inovasi dan pengembangan kurikulum, pertanyaan pertama ialah mengapa harus memikirkan dan melakukannya? Apa alasannya? Jawaban saya ialah kita melakukan pengembangan kurikulum karena sifat kurikulum yang dinamis, selalu berubah, menyesuaikan diri dengan kebutuhan mereka yang belajar. Audrey & S.Howard Nicholls (1982)[2] mengemukakan bahwa karena masyarakat dan mereka yang belajar mengalami perubahan maka langkah awal dalam perumusan kurikulum ialah penyelidikan mengenai situasi (situation analysis) yang kita hadapi, termasuk situasi lingkungan belajar dalam artian menyeluruh, situasi peserta didik, dan para calon pengajar yang diharapkan melaksanakan kegiatan (h.21-30). Read the rest of this entry »