10 Dec, 2007

Berkenalan dengan Asketisme; Teologi Penyangkalan Diri
(Edi Surant Ginting, M.Th)
Pendahuluan
Eka Darmaputera menegaskan bahwa kekristenan Indonesia sedang mengalami kemerosotan yang dalam dan sedang mencari sosok yang pas untuk menghadirkan jati diri kekristenan. Sosok yang pas ialah sosok yang menghayati Khotbah Tuhan Yesus di Atas Bukit, yaitu yang berjiwa asketis. Orang yang berjiwa asketis ialah orang yang terpanggil sebagai ‘hamba Allah’ yang rendah hati, yang bersedia menderita, yang tidak menjadi korban yang konyol, tetapi yang secara sadar menjadi kurban, tumbal bagi sesama.[1] Read the rest of this entry »
30 Nov, 2007
Nasihat Bapa Rasuli untuk Jemaat Masa Kini
(Studi deskriptif naskah-naskah Bapa Rasuli)
(Edi Suranta Ginting)
————————————————————
Pendahuluan
Thomas van den End menyebutkan bahwa pada abad kedua, kekristenan memasuki berbagai lingkungan budaya dan bahasa yang mengakibatkan timbulnya berbagai cara yang berbeda untuk mengungkapkan keselamatan di dalam Yesus Kristus. Menurutnya, paling tidak terdapat empat cara pengungkapan iman kristiani pada kekristenan abad kedua. Pertama, bersifat moralistis yang tampak pada naskah Didakhe. Kedua, bersifat mistis yang tampak pada surat-surat Ignatius, uskup Antiokia. Ketiga, bersifat intelektualistis yang tampak pada tulisan-tulisan Justinus Martir. Keempat, bersifat sinkretis yang tampak pada tulisan Bardaisan.1 Read the rest of this entry »